
PENGERTIAN PENILAIAN ACUAN
NORMA (PAN)
PAN adalah penilaian yang dilakukan dengan mengacu pada norma kelompok yaitu nilai-nilai yang diperoleh siswa diperbandingkan dengan nilai-nilai siswa yang lain yang termasuk didalam kelompok itu. Yang dimaksud dengan “norma” dalam hal ini adalah kapasitas atau prestasi kelompok, sedangkan yang dimaksud dengan “kelompok” disini adalah semua siswa yang mengikuti tes tersebut. Jadi, pengertian “kelompok” yang diamaksud dapat berarti sejumlah siswa dalam suatu kelas,sekolah,rayon,dan propinsi atau wilayah.[1] PAN digunakan untuk menafsirkan hasil tes sumatif.[2] Dalam PAN, makna angka (skor) seorang peserta didik ditemukan dengan cara membandingkan hasil belajarnya dengan hasil belajar peserta didik lainnya dalam satu kelompok/kelas. Peserta didik dikelompokkan berdasarkan jenjang hasil belajar sehingga dapat diketahui kedudukan relatif seorang peserta didik dibandingkan dengan teman sekelasnya. Tujuan PAN adalah untuk membedakan peserta didik atas kelompok-kelompok tingkat kemampuan, mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi. Secara ideal, pendistribusian tingkat kemampuan dalam satu kelompok menggambarkan suatu kurva normal.
Pada umumnya, PAN
dipergunakan untuk seleksi. Soal tes dalam pendekatan ini dikembangkan dari
bagian bahan yang dianggap oleh guru urgen sebagai sampel dari bahan yang telah
disampaikan. Guru berwenang untuk menentukan bagian mana yang lebih urgen.
Untuk itu, guru harus dapat membatasi jumlah soal yang diperlukan, karena tidak
semua materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat dimunculkan
soal-soalnya secara lengkap. Soal-soal harus dibuat dengan tingkat kesukaran
yang bervariasi, mulai dari yang mudah sampai dengan yang sukar sehingga
memberikan kemungkinan jawaban peserta didik bervariasi, soal dapat menyebar,
dan dapat membandingkan peserta didik yang satu dengan lainnya.
Peringkat dan
klasifikasi anak yang didasarkan PAN lebih banyak mendorong kompetisi daripada
membangun semangat kerja sama. Lagi pula tidak menolong sebagian besar peserta
didik yang mengalami kegagalan. Dengan kata lain, keberhasilan peserta didik
hanya ditentukan oleh kelompoknya. PAN biasanya digunakan pada akhir unit
pembelajaran untuk menentukan tingkat hasil belajar peserta didik. Pedoman
konversi yang digunakan dalam pendekatan PAN sama dengan pendekatan PAP.
Perbedaannya hanya terletak dalam menghitung rata-rata dan simpangan baku.
Dalam pendekatan PAN, rata-rata dan simpangan baku dihitung dengan rumus
statistik sesuai dengan skor mentah yang diperoleh peserta didik.[3]
EmoticonEmoticon